Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Aku ingin menjadi fosil

 Aku ingin menjadi fosil Adapted from "kyu-kurarin" by iyowa Jam dinding berisik! Lagi-lagi aku bangun Di pagi hujan gemericik Bunga-bunga pun mengayun Wajahku memucat Tak ubahnya mayat Merah muda bunga yang mekar Semakin membesar Namun aku tahu Diantara bunga-bunga itu Ada satu yang kesulitan mekar Sungguh bodoh dan penuh derita Aah, aku ingin menjadi fosil Terabadikan dalam senyum palsuku Bagaikan kutukan Yang tak akan kunjung hilang Aah, jangan sampai kalian tahu Semua aktingku Atau tidak Semuanya akan berantakan! Aah, tak ada yang baik padaku Aaaah, aku hanya kutukan saja Lebih baik ku menghilang dan tak pernah ada saja! Namun kau sangat baik Namun aku sudah tidak tahan lagi Mungkin lebih baik Jantungku berhenti saja

Hei kalian!

 Hei kalian! Hei kalian, jangan duduk saja Hei kalian, jangan diam saja Hei kalian, kami rakyat kelaparan Hei kalian, mana yang kalian janjikan! Hei kalian, berhentilah membual Hei kalian, berhentilah menipu! Kami memang bodoh, tapi tak mudah tertipu. Kami kurang pendidikan, namun janji kalian membuat kami muak! TURUN! TURUN! TURUN! KALAU TIDAK BISA MEMPERBAIKI, TURUN! Hei kalian, jangan tilap uang kami! Kami bayar pajak bukan untuk dicuri Hei, tikus! Enyah sana! Si bangsat brengsek, si brandal tolol! Hei kalian, yang duduk nyaman di kursi empuk! Yang didepannya ada segelas minuman dan mikrofon. Kalau kalian tidak bisa bekerja, enyahlah dari tempat duduk kalian! Tegakkan keadilan kami Pak Hakim! Tegakkanlah rumah-rumah kami, Pak Menteri PUPR Perbaikilah sekolah kami, Pak Menteri Pendidikan! Kalau tidak bisa kerja, enyah saja sana! Kami tidak perlu pembaruan kurikulum tiap setahun sekali! Yang kami perlu buku paket gratis. Kami tidak perlu makan siang gratis! Yang kami perlu hanya f...

Gelap, puisi dan penjelasannya (Edisi Revisi 31 Mei 2025)

Gambar
  Gelap Aku bangun di pagi yang cerah Menatap bangsaku yang amat akur Mereka membantai satu sama lain Membakar ban, membuat huru-hara Ketika aku berjalan di kota Aku melihat aparat negara Melemparkan gas air mata Yang sepertinya sudah kadaluarsa Suara rakyat dibungkam Media massa dibisukan Baik yang salah apalagi yang benar Ditutupi oleh keegoisan Ketika aku berjalan ke desa Aku melihat para warga Dilatarbelakangi pemandangan indah Bermain sabung ayam Kebenaran dibisukan Tak ingin didengar  Apalagi dipikirkan Ketika aku berselancar di internet Aku melihat komentar konyol Yang ditulis oleh orang sok tahu Yang cerdas saja tidak Yang membaca saja harus remedial Indahnya negeriku Pendidikannya berbuah pahit Indahnya negeriku Guru dihina dan direndahkan "KAMI MENOLAK PENDIDIKAN, GURU-GURU KAMI HINA!"  Begitulah kata siswa Indahnya Negeriku Kebodohan dimana-maana Bingung nian diriku dibuat Negeri ini berdiri tegak  Seakan tak terjadi apa-apa ____________ Banda Aceh, Selasa...