Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Membunuh perasaanku

  Membunuh perasaanku       Aku sudah selalu ingin membunuh perasaan itu, namun selalu kegagalan yang aku temui, tak ada ujungnya aku mencoba.               Sampai akhirnya aku tersadar dan menyerah, andaikala saja aku bisa duduk dengan diam menatap keatas langit, ingin rasanya kuukirkan namamu disana.               Namun apalah daya, kamu ingin menjauhiku, aku harus rela dengan keputusanmu itu. Aku hanya duduk terdiam di kamarku, menatap keatas langit sambil bertanya   “Untuk apa dua orang dipertemukan?”               Kemudian aku hanya termenung memikirkan skenario acak yang tak akan terwujud bersamamu.               Aku ingin membunuh perasaanku, AKU INGIN MENGAKHIRINYA!!!     ...

Ingin Menggantung

  Ingin menggantung               Setelah semua tahap pada kehidupan, manusia hanya pasti akan mati, kadang aku bertanya apa artinya kehidupan?               Kadang aku pikir, akan ada baiknya jika dari awal aku tidak terlahir, aku ingin menggantung diriku di langit-langit kelasku.               Selalu saja, setiap saat, tatapan mengerikan itu menghadap kearahku. Kemudian setiap kali aku berusaha tenang, aku selalu merasa tubuhku terserang dingin yang menusuk.               Semua benda yang kutatap sepertinya punya mata ya? Mereka selalu menatapku yang menjijikkan ini dengan dingin dan kejam, seakan mereka ingin melahapku.               Aku tahu pasti, tatapan itu dih...

Tahi

  Tahi ''Aku bagaikan tahi yang menjijikkan.  Hanya melihat dari jauh, apa yang ada didepan itu. Dunia jijik padaku, ingin membuangku. Dia ingin membuangku ke bulan." Oh ya, aku hanyalah tahi menjijikkan yang dibuang ke septic tank  dan berjalan di jalanan, benar-benar tahi yang betapa persetan menjijikkannya, ah tolonglah... Membaca puluhan buku ingin menjadi cerdas seperti yang lain, namun tetap dianggap onggokan sampah. Berbeda dari yang lain di dunia yang kejam, hal yang liar. Tololnya aku, mengapa tahi sepertiku mau saja dikurung bersama mereka? Apa tidak ada septic tank bagus untukku? Saat bersih-bersih, berusaha baik "Kamu pulang saja duluan, aku kerjakan sisanya."  "Terima kasih," and then she's returning home.   Tololnya aku, aku pun berusaha mengejarnya setelah selesai bersih-bersih, ingin bicara, namun, hilang. Orang-orang sepertinya mungkin cuma berpura-pura baik padaku, tapi, entah mengapa kamu berbeda, tapi setelah semua itu, aku hanya...

Selama kamu aman

  Selama kamu aman "Tidak apa, selama kamu berada disisiku, apapun yang terjadi, kamu akan aman." Itu adalah janjiku disaat kelima kali kita bertemu, segalanya terasa indah. Apa yang aku inginkan hanyalah keamananmu, tidak ada hal yang lebih kuinginkan daripada itu, meskipun aku terluka, aku akan lebih mementingkanmu. Selama kamu aman, aku akan tetap disini, meski angin menerpa, ombak menghantam, dan gunung meletus. Dunia terasa gelap tanpa cahaya, kamulah satu-satunya cahaya, maka aku ingin menjagamu agar tetap aman. Diriku ini hanya sampah, tak pantas dipertahankan, jadi tak usah pikirkan soalku! Selama kamu aman, itu sudah lebih dari cukup bagiku! Bila ada yang harus dikorbankan, aku saja! Bila ada yang harus mati , aku saja! Meski itu mungkin terdengar seperti bualan, itu akan kulakukan. Aku tak peduli betapa sulitnya menjagamu, yang penting aku tahu satu hal yang pasti. Kamu tetap aman. Selama itu masih menjadi suatu kepastian, aku bisa tenang.