Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Sebuah Tulisan di Penghujung Liburan.

 Sebuah Tulisan di Penghujung Liburan. Tulisan oleh: Andrista Nararya Khairul Anam     Saudara-saudari pembaca yang terhormat sekalian, senja hari ini ditandai sebagai penghujung dari satu bulan kisah indah kita. Liburan telah usai, dan kita harus kembali ke realita pahit yang semua orang benci, sekolah dan bekerja.     Banyak sekali kejadian unik selama liburan ini, setiap orang punya pengalaman yang berbeda-beda. Semua menghabiskan liburan dengan caranya sendiri. Ada yang tiduran di kamar, ada yang main ponsel, ada yang menulis, ada yang ke luar daerah. Variatif.      Liburan ini saya sangat sedikit menulis dan mengurusi blog ini. 90% waktu saya habiskan untuk bermain game  bersama teman saya, Itqan, salah satu orang paling unik, pintar, dan baik yang saya kenal. Namun sayang seribu sayang, Jum'at lalu ia duluan meninggalkan kitaーkembali ke pesantrennya di Pidie Jaya.     Saya juga menghabiskan waktu membaca manga dan menonton ani...

Orang Bosan

 Orang Bosan Tulisan oleh: Andrista Nararya (A.K.A Nararinyan (Nara-chan) Orang bosan akan kehilangan seluruh imajinasinya, bosan adalah penyebab waktu melambat. Aku bosan, makanya aku menulis ini. Omong-omong, aku ada nickname  baru, Nara-chan! Imut kan? Hehehe. Karena aku bosan, aku ingin membaca sesuatu. Coba isi kolom komentar pendapat kalian tentang tulisan-tulisanku sebelumnya, hehe. Misal SebIra 4 yang keluar kemarin. Atau hal lain yang mau kalian katakan soal diriku? Hehee... (Plis ya, Nara-chan bosen banget nih~ nya~)

Sebuah Pemikiran [EDISI 4] {Mengapa Mereka Disebut Penjahat?}

Gambar
  Sebuah Pemikiran [EDISI 4] 5 Juli 2025 Tulisan Oleh: Andrista Nararya Khairul Anam {Mengapa Mereka Disebut Penjahat?}     Tulisan ini akan saya isi dengan tumpukan kekecewaan saya kepada saudara sesama muslim, namun sebelum itu, izinkan saya menyambut semuanya di Sebuah Pemikiran Edisi ke-4! Edisi pertama di bulan Juli yang akan menjadi edisi yang menurut saya paling tepi jurang pembahasannya. Maafkan penulis karena sudah sebulan lebih tidak update  SebIra, namun penulis yakin tak ada yang menunggu rilis edisi keempat, hehe (kalau ada, tulis di kolom komentar ya, ide tulisan, motivasi, tanggapan atau semacam itu, hehehe).     Pertama, saya ingin memberikan tepuk tangan pada toleransi beragama di wilayah saya, yang saya pandang cukup lancar. Nampaknya belum ada pertikaian antar-agama dalam satu dekade sejak saya lahir. Namun untuk seluruh Indonesia, saya nampaknya belum bisa memberikan tepuk tangan atas toleransi beragamanya. Namun selebih itu, toleransi a...

Sebuah Cerita Pendek

 Sebuah Cerita Pendek Tulisan Oleh: Andrista Nararya Khairul Anam     Dia terbangun di ruangan putih yang menyilaukan, ia kebingungan dalam kesepian. Di depannya ada sebuah kursi dan tali tambang, di sebelahnya ada sebuah pintu. Kemudian sebuah suara datang dari segala penjuru, suara aneh bak distorsi dari berbagai suara, Ibunya yang brengsek, ayahnya yang bajingan, dan hewan-hewan yang selalu merundungnya. "Ada dua jalan di depanmu, pintu akan membawamu hidup kembali, dan tali gantungan akan mengakhiri hidupmu," ucap si suara, "Pilihlah jalan yang kamu mau," ia terdiam sejenak mengingat masa lalunya... "Aku memilih tiang gantungan," ucapnya "Apa kau yakin?" tanya suara itu.     "Mereka selalu merundungku selagi aku hidup!" bentaknya, "Oh, bukannya kamu pernah menyatakan perasaanmu pada seseorang?" tanya suara itu lagi, "Pernah! Namun dia menolakku, dan menjelekkanku di depan seluruh temannya!" "Bukannya ada ses...

Apakah Manusia Tahu Apa yang Dilakukannya?

Gambar
 Apakah Manusia Tahu Apa yang Dilakukannya? Tulisan oleh: Andrista Nararya Khairul Anam     Manusia tidak tahu, manusia tidak sadar, manusia tidak mengerti akan apa yang dilakukannya.      Berbuat seenaknya hingga mati rasa-rasanya.     Seandainya mati datang mengangkatnya.          Manusia baru sadar apa yang dilakukannya.     Mereka ingin hidup lagi     Mereka ingin bernapas lagi     Mereka ingin sujud lagi     Terlambat sudah, harus buat apa lagi?     Berbodoh-bodohlah selama hidup     Berlalai-lalailah selama hidup     Niscaya ketika kau tidak hidup     Tak ada harapan untuk kembali hidup          Mati, mati, mati,     Masuk liang lahat dan tak berguna lagi     Mati, mati, mati     Kamu mau ngapain lagi?     UDAH TELAT BODOH!!!     Manusia tidak sadar apa yang diperb...