Sebuah Cerita Pendek
Sebuah Cerita Pendek
Tulisan Oleh: Andrista Nararya Khairul Anam
Dia terbangun di ruangan putih yang menyilaukan, ia kebingungan dalam kesepian. Di depannya ada sebuah kursi dan tali tambang, di sebelahnya ada sebuah pintu. Kemudian sebuah suara datang dari segala penjuru, suara aneh bak distorsi dari berbagai suara, Ibunya yang brengsek, ayahnya yang bajingan, dan hewan-hewan yang selalu merundungnya. "Ada dua jalan di depanmu, pintu akan membawamu hidup kembali, dan tali gantungan akan mengakhiri hidupmu," ucap si suara, "Pilihlah jalan yang kamu mau," ia terdiam sejenak mengingat masa lalunya... "Aku memilih tiang gantungan," ucapnya "Apa kau yakin?" tanya suara itu.
"Mereka selalu merundungku selagi aku hidup!" bentaknya, "Oh, bukannya kamu pernah menyatakan perasaanmu pada seseorang?" tanya suara itu lagi, "Pernah! Namun dia menolakku, dan menjelekkanku di depan seluruh temannya!" "Bukannya ada seseorang yang menyukaimu?" tanya suara itu lagi, "A-ada, tapi aku yakin itu bukanlah cinta yang sebenarnya," jawabnya tenang, "Jadi, kamu yakin ingin mati?" suara itu bertanya lagi, kali ini dengan nada serius, "Mau, aku akan menggantung diriku."
Ia berjalan ke kursi itu, mengikatkan tali ke tiang gantungan seperti yang selalu ia pelajari, kemudian ia menatap tangannya yang penuh luka sayatan dan mengalungkan tali itu ke lehernya, "Kamu yakin? Ini keputusan sekali lho," tanya sang suara, namun tanpa nada ingin mencegah, ia tak menjawab, dan menendang kursi itu, mengakhiri napasnya selamanya.
FULL VERSION AVAILABLE IN TRAKTEER FOR JUST RP. 6.000 -.
https://trakteer.id/Nararinyan
Komentar
Posting Komentar