Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Dari Teman, Jadi Cinta dan Cara menyikapinya- Sebuah karya tulis

 Dari Teman, Jadi Cinta dan Cara menyikapinya Sebuah Karya Tulis     Tidak ada yang tidak pernah merasakan pertemanan dengan lawan jenis (kecuali saya), pastinya ada momen-momen canggung seiring masa berganti yang membuat kalian malah jadi saling cinta. Itu gak salah, tapi mari saya tunjukkan cara bersikap yang baik dalam situasi canggung ini!     Pertama-tama, ini  tentu saja BUKAN pengalaman pribadi, INI HANYALAH TEORI muluk yang acak dan disusun dalam pikiran sendiri oleh penulis, dan tentu penulis tidak pernah mengalami ini (mungkin pernah?).      Nah jadi, pertama-tama sebelum itu, kalian harusnya sudah berteman kan, kan? Nah pastinya kalian sudah dekat dan saling kenal baik satu-sama lain, nyaris gaada rahasia. Temanmu ngompol kamu tahu, temanmu berak dicelana kamu tahu, dan temanmu anak mami juga kamu pasti tahu. Nah otomatis, pondasi dasar cintanya udah ada. Terus gimana cara menyikapinya?      Of course  pertama-t...

Sebuah Pemikiran [EDISI 3] {Hakikat dan Makna Perpisahan}

  Sebuah Pemikiran [EDISI 3] 21 Juni 2025 Tulisan Oleh: Andrista Nararya Khairul Anam {Hakikat dan Makna Perpisahan}      " People come and go, " itulah kutipan terkenal yang tidak diketahui lagi siapa yang mengucapkannya pertama kali, dan kutipan ini juga yang diucapkan oleh mantan ketua OSIS sekolah penulis saat pelepasan siswa kelas IX beberapa waktu lalu. Orang-orang datang dan pergi, dimana ada pertemuan ada perpisahan. Lantas bila dua insan atau lebih dipertemukan, bila akhirnya juga akan dipisahkan? Terkadang aku berpikir "Apa candaan yang dipikirkan oleh Sang Maha Kuasa kali ini?" oleh karena itu, kali ini topik SebIra Edisi 3 adalah "Hakikat perpisahan."     Kata "Perpisahan" dalam bahasa Indonesia sendiri dapat berarti pemisahan atau percerai-beraian dua atau lebih orang, benda dsb. yang saling terhubung. Maka kita dapat memahami perpisahan sendiri sebagai akhir dari suatu hubungan atau pertemuan. Namun tiap orang dapat memaknai perpisa...

Sebuah Pemikiran [EDISI 2] {Pendidikan, Peserta didik, dan Problematikanya}

 Sebuah Pemikiran [EDISI 2] 14 Juni 2025 Tulisan Oleh: Andrista Nararya Khairul Anam Pendidikan, Peserta didik, dan Problematikanya     Oleh karena SebIra sebelumnya mendapatkan review cukup baik, maka saya akan menulis edisi kedua dari seri tulisan ini.     Sungguh gembira rasanya saat saya memikirkan tentang betapa indahnya dunia, namun terkadang dibalik keindahan yang diperlihatkan olehnya, kita dapat melihat sedikit kebodohan yang ditawarkan. Kadang saya merasa kecewa dengan hasil yang diberikan oleh pendidikan negeri ini, tidak 100% karena pendidikannya yang jelek, namun bisa juga disebabkan oleh siswanya sendiri, yang seolah tidak ingin menerima pendidikan. Banyak diantara mereka yang cabut dari kelas, minggat ke kantin dan toilet.      Fenomena ini menimbulkan banyak pertanyaan: Apakah mereka tidak diajarkan sopan santun dirumahnya?   Apa pendidikan kita tidak bisa diterima anak-anak?   Apakah sebenarnya, sistem pendidik...

Sebuah Pemikiran [EDISI 1] {Manusia, Cinta, dan Rasa jijik}

Gambar
   Sebuah Pemikiran EDISI 1 [6 JUNI 2025] Tulisan oleh: Andrista Nararya Manusia, Cinta, dan Rasa jijik     Di malam hari tasyrik, aku menulis sebuah teks yang entah akan dibaca atau tidak. Aku tak pernah tahu akan ada yang membaca. Tuhan tak memberi tahu, aku pun tak tahu.     Kala aku melamun di toilet, di kamar, di manapun aku berada, aku memikirkan banyak hal: Cinta, kasih sayang, dendam, kejahatan, kebaikan, dan banyak hal lagi. Setiap angin berhembus membekukan kulitku, setiap suara bergetar menggetar sukma.     Kita akhiri dulu mukadimah yang seperti syair ini, dan kita lanjut ke isi tulisan...     Dunia ini luas, penuh dengan perkembangan, dan tidak pernah berhenti berputar. Disaat seperti ini, menjadi pintar adalah keputusan yang tepat, bila kau bodoh, kau akan mati. Semudah itu.     Namun apakah kepintaranmu menjamin masa depanmu? Tidak. Ibuku selalu berkata "Bukan orang pintar yang akan bertahan, namun orang yang tek...

Kelam

 Kelam Betapa indah hidup ini Kita selalu membuka mata Namun kita seakan mati Bagai tak pernah membuka mata Didepanku ada demo  Anak muda bertaruh nyawa Suaranya sebising bemo Demi keadilan untuk bangsa Mata kita ditutup mereka Akan kebenaran yang jelas Yang mereka bilang berbahaya  "Demi keamanan bangsa" Orang jujur direndahkan Pengadu untuk keadilan dibilang cepu Orang bodoh ditinggikan Bangsa runtuh perlahan-lahan  Laporan jujur diarsipkan Laporan palsu ditindak segera Aparat bisu bagai batu Damkar bertambah pekerjaannya Mengapa aku bertanya  Dunia ini makin aneh saja Ibu bilang "Jadilah jujur"  Tapi hidup bilang "Bohonglah selalu"  Mengapa aku dibungkam bila melapor pungli Mengapa aku dihukum bila mencuri Mengapa aku terkucil bila berucap Tapi tetap tersingkir bila diam Guru tak perawan diluar kawin Dipertahankan oleh PGRI Namun guru berani kritik  Di singkir sekolah antek partai Oh negeriku  Pulihlah segera Oh negeriku Lahirlah orang-ora...