Sebuah Pemikiran [EDISI 3] {Hakikat dan Makna Perpisahan}

 

Sebuah Pemikiran

[EDISI 3] 21 Juni 2025

Tulisan Oleh: Andrista Nararya Khairul Anam

{Hakikat dan Makna Perpisahan}


    "People come and go," itulah kutipan terkenal yang tidak diketahui lagi siapa yang mengucapkannya pertama kali, dan kutipan ini juga yang diucapkan oleh mantan ketua OSIS sekolah penulis saat pelepasan siswa kelas IX beberapa waktu lalu. Orang-orang datang dan pergi, dimana ada pertemuan ada perpisahan. Lantas bila dua insan atau lebih dipertemukan, bila akhirnya juga akan dipisahkan? Terkadang aku berpikir "Apa candaan yang dipikirkan oleh Sang Maha Kuasa kali ini?" oleh karena itu, kali ini topik SebIra Edisi 3 adalah "Hakikat perpisahan."

    Kata "Perpisahan" dalam bahasa Indonesia sendiri dapat berarti pemisahan atau percerai-beraian dua atau lebih orang, benda dsb. yang saling terhubung. Maka kita dapat memahami perpisahan sendiri sebagai akhir dari suatu hubungan atau pertemuan. Namun tiap orang dapat memaknai perpisahan berbeda-beda, dan tiap perpisahan tidak selalu berarti dua individu akan berpisah selamanya. Ada diantara mereka yang dipertemukan kembali setelah perpisahan.

    Lantas mengapa harus ada perpisahan? Agar manusia belajar untuk tidak hanya bergantung pada satu hal saja selama hidupnya, manusia adalah makhluk yang harus mengenal dan mempelajari banyak hal, dan dunia ini bukan lagi Pangea dimana semua makhuk disatukan dalam satu daratan. Untuk menjadi manusia yang lebih baik, kita harus berpisah dari sesuatu, baik keluarga, teman, peliharaan, dan lain-lain. Bisa dibilang perpisahan dapat diambil sebagai pelajaran, untuk menjadikan kita manusia yang tabah dan bisa beradaptasi lebih baik. Perpisahan mengajarkan kita bahwa sesuatu yang diberikan bisa pergi dari kita kapan saja tanpa sepengetahuan kita, ia pula yang mengajarkan bahwa dunia itu luas dan banyak hal yang bisa dicari dan digapai.

    Namun perpisahan tidak harus selalu ditanggapi dengan air mata dan isak tangis. Memang, menangis itu normal, namun apakah tidak malu rasanya ketika kalian bertemu lagi? Selama perpisahan itu tidak selamanya, tak usah menangis lama-lama, karena selama masih hidup mereka masih bisa bertemu lagi. 

    Berpisah dari sesuatu memang berat namun sudah menjadi hakikat manusia untuk bertemu dan berpisah dan menggapai hal yang baru kedepannya. Selama itu bukan kematian, perpisahan adalah awal dari petualangan yang baru, dengan lingkungan berbeda, orang berbeda, dan tanah yang berbeda. Namun ingatlah, kalian akan tetap melihat langit yang sama, menghirup udara yang sama, dan hidup dibawah sinar mentari yang sama. Selama itu bukan kematian, kalian akan tetap bisa bertemu kembali kedepannya.

    Terima kasih sudah membaca sejauh ini, maka dari itu saya akan melampirkan sebuah kutipan dari anime Sousou no Frieren:

Frieren : “Himmel itu bisa sangat santai saat berpisah dengan orang, ya.

Himmel : “Selama kita melanjutkan perjalanan, bisa jadi nanti akan bertemu lagi. Perpisahan dengan berlinang air mata itu tidak cocok untuk kita. Karena pasti malu saat bertemu lagi..

 

 

 
 
 
 
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelap, puisi dan penjelasannya (Edisi Revisi 31 Mei 2025)

Sekolah

Sebuah Pemikiran [EDISI 4] {Mengapa Mereka Disebut Penjahat?}