Kelam

 Kelam


Betapa indah hidup ini
Kita selalu membuka mata
Namun kita seakan mati
Bagai tak pernah membuka mata

Didepanku ada demo 
Anak muda bertaruh nyawa
Suaranya sebising bemo
Demi keadilan untuk bangsa

Mata kita ditutup mereka
Akan kebenaran yang jelas
Yang mereka bilang berbahaya 
"Demi keamanan bangsa"

Orang jujur direndahkan
Pengadu untuk keadilan dibilang cepu
Orang bodoh ditinggikan
Bangsa runtuh perlahan-lahan 

Laporan jujur diarsipkan
Laporan palsu ditindak segera
Aparat bisu bagai batu
Damkar bertambah pekerjaannya

Mengapa aku bertanya 
Dunia ini makin aneh saja
Ibu bilang "Jadilah jujur" 
Tapi hidup bilang "Bohonglah selalu" 

Mengapa aku dibungkam bila melapor pungli
Mengapa aku dihukum bila mencuri
Mengapa aku terkucil bila berucap
Tapi tetap tersingkir bila diam

Guru tak perawan diluar kawin
Dipertahankan oleh PGRI
Namun guru berani kritik 
Di singkir sekolah antek partai

Oh negeriku 
Pulihlah segera

Oh negeriku
Lahirlah orang-orang waras

Oh tuhanku
Tenggelamkanlah orang-orang dungu
Sebagaimana engkau dulu menenggelamkan Fir'aun

Oh tuhanku binasakanlah orang-orang dungu
Sebagaimaba engkau dulu membinasakan Qarun

-----------------------------------


Hormat kami,           

Andrista Nararya         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelap, puisi dan penjelasannya (Edisi Revisi 31 Mei 2025)

Sekolah

Sebuah Pemikiran [EDISI 4] {Mengapa Mereka Disebut Penjahat?}