Membunuh perasaanku

 

Membunuh perasaanku

 

 

 

Aku sudah selalu ingin membunuh perasaan itu, namun selalu kegagalan yang aku temui, tak ada ujungnya aku mencoba.

 

            Sampai akhirnya aku tersadar dan menyerah, andaikala saja aku bisa duduk dengan diam menatap keatas langit, ingin rasanya kuukirkan namamu disana.

 

            Namun apalah daya, kamu ingin menjauhiku, aku harus rela dengan keputusanmu itu. Aku hanya duduk terdiam di kamarku, menatap keatas langit sambil bertanya

 

“Untuk apa dua orang dipertemukan?”

 

            Kemudian aku hanya termenung memikirkan skenario acak yang tak akan terwujud bersamamu.

 

            Aku ingin membunuh perasaanku, AKU INGIN MENGAKHIRINYA!!!

 

            Aku ingin menghapus perasaan ini dalam diriku. Aah, betapa nestapanya aku...

 

            Aku hanya ingin duduk terdiam sekarang, melupakan segala yang telah terjadi...


________________________________


Puisi ini akan ikut dirilis dibuku "Mereka yang putus asa" bersama beberapa puisi lainnya.

Tunggu rilis novelnya ya!!!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelap, puisi dan penjelasannya (Edisi Revisi 31 Mei 2025)

Sekolah

Sebuah Pemikiran [EDISI 4] {Mengapa Mereka Disebut Penjahat?}