Tahi
Tahi
''Aku bagaikan tahi yang menjijikkan.
Hanya melihat dari jauh, apa yang ada didepan itu.
Dunia jijik padaku, ingin membuangku.
Dia ingin membuangku ke bulan."
Oh ya, aku hanyalah tahi menjijikkan yang dibuang ke septic tank dan berjalan di jalanan, benar-benar tahi yang betapa persetan menjijikkannya, ah tolonglah...
Membaca puluhan buku ingin menjadi cerdas seperti yang lain, namun tetap dianggap onggokan sampah.
Berbeda dari yang lain di dunia yang kejam, hal yang liar.
Tololnya aku, mengapa tahi sepertiku mau saja dikurung bersama mereka?
Apa tidak ada septic tank bagus untukku?
Saat bersih-bersih, berusaha baik "Kamu pulang saja duluan, aku kerjakan sisanya."
"Terima kasih," and then she's returning home. Tololnya aku, aku pun berusaha mengejarnya setelah selesai bersih-bersih, ingin bicara, namun, hilang.
"Terima kasih," and then she's returning home. Tololnya aku, aku pun berusaha mengejarnya setelah selesai bersih-bersih, ingin bicara, namun, hilang.
Orang-orang sepertinya mungkin cuma berpura-pura baik padaku, tapi, entah mengapa kamu berbeda, tapi setelah semua itu, aku hanya feses, siapa yang akan menolongku?
Ya, begitulah pikiranku yang pasti menjelaskan mengapa surat ini ditemukan di lantai 10 gedung terbengkalai ini.
Komentar
Posting Komentar