Ingin Menggantung
Ingin
menggantung
Setelah
semua tahap pada kehidupan, manusia hanya pasti akan mati, kadang aku bertanya apa
artinya kehidupan?
Kadang
aku pikir, akan ada baiknya jika dari awal aku tidak terlahir, aku ingin
menggantung diriku di langit-langit kelasku.
Selalu
saja, setiap saat, tatapan mengerikan itu menghadap kearahku. Kemudian setiap
kali aku berusaha tenang, aku selalu merasa tubuhku terserang dingin yang
menusuk.
Semua
benda yang kutatap sepertinya punya mata ya? Mereka selalu menatapku yang
menjijikkan ini dengan dingin dan kejam, seakan mereka ingin melahapku.
Aku
tahu pasti, tatapan itu dihinggapi oleh rasa nafsu akan kejahatan. Meski keberadaanku
jauh lebih tak diperhatikan ketimbang hantu, aku selalu merasa ditatap seperti
mereka yang baru saja jatuh dari got.
Entah
sudah berapa kali aku berdoa, entah sudah berapa kali aku sujud meminta. Aku ingin
menggantung diriku. Namun tiap kali aku menyayat tanganku, darah membuatku
takut...
KEMANA AKU HARUS PERGI!
Aku terjebak tanpa pertolongan, aku
ingin seseorang saja untuk mendengarku, arghh, setiap kali aku berjalan, aku
selalu mendengar bisikan dari sang angin.
“Kamu cuma mau caper aja kan ke orang?!”
“Kamu itu ga guna, cuma beban!”
“Mati sana, menjijikkan!”
Angin
pun ikut membenciku. Aku ditertawakan dimana saja aku berada.
Makhluk nestapa sepertiku ini...
Mengapa sampai terlahir?
________________________________
Puisi ini akan ikut dirilis dibuku "Mereka yang putus asa" bersama beberapa puisi lainnya.
Tunggu rilis novelnya ya!!!
Komentar
Posting Komentar