Jijik

Jijik


Aku pulang dari sekolah, memikirkan betapa menjijikkannya diriku. Nanah, tahi, muntahan... Ah betapa nestapanya diriku... 

Aku masih memimirkan bagaimana bisa orang seperti aku terlahir. 
Berjalan ke toko permen memikirkan perkataan mereka, aku... Tak ingin memperdulikannnya
Mungkinkah ini akhirku? 

Aku harap iya... 

Orang-orang termasuk aku menginginkannya... 

Aku kehilangan orang yang kusayangi, siapa yang bisa kujadikan sandaran? 

Aku normal seperti mereka... 
Namun tentu saja, aku menjijikan.. 

"JIJIK IH! MATI SANA!!!"
Begitulah angin berbisik setiap harinya... 

Siapa yang bisa kusayangi? 
Siapa yang bisa kusayangi? 
Mengapa? 
Tuhan... MENGAPA?! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelap, puisi dan penjelasannya (Edisi Revisi 31 Mei 2025)

Sekolah

Sebuah Pemikiran [EDISI 4] {Mengapa Mereka Disebut Penjahat?}