Sekolah
Sekolah
AKU TAK MAU, PERGI SEKOLAH!!!
TEMPAT ITU AMAT MENGERIKAN!!!
Dia lagi, tertawa gelap dengan wajah yang menghitam,
sudut ruangan itu mengingatkanku akan dirinya...
Orang itu lagi, di sudut jalan, tertawa melihatku jalan tertunduk...
Ditunjuk lagi oleh jemari mereka...
Aaaaah! Alangkah ingin aku mematahkannya!!!
Mati!
Mati!
Mati!
Lagi dan lagi!!!
Hahahahahahaahahahahahahhaahahahahahah!!!!!
Tertawalah dengan wajah yang menghitam, dengan gelap!
Aku dengar kau punya wajah biru yang dalam!
Aku merangkak-rangkak
Berjalan-jalan
Tanpa harapan
Mata dingin itu menatapku lagi...
Seluruh kelas menertawakanku, aku bisa melihat kegelapan menyelimuti suara dan tawa mereka!!!
TIDAK!!! TIDAK!!! TIDAK!!!
IBU, TOLONG AKU!!!!
TEMAN-TEMAN, TOLONG!!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
MENGAPA DARAH MENGALIR?!
Menangislah, dengan wajah biru yang dalam...
BETAPA MENJIJIKKANNYA AKU!!!
MENGAPA AKU TERLAHIR?!!
PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI MENGHINAKU, AKU INGIN MENGHANCURKAN MEREKA!!!
ULTIMATE LASEERRRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!
Apa itu sekolah?
Apa arti kehidupan???
Terlambat sudah...
Betapa nikmatnya selonsong pistol, pelatuknya amat lembut untuk kutekan...
...
________________________________________________________________________
Andrista Nararya
24 Desember 2024

Agak aneh memang kalau kita coba lihat dari beberapa sudut pandang
BalasHapusSemengerikan itukah sekolah bagi mu?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSaya sempat mengalami masa-masa dimana semua orang membenci saya di sekolah, bila anda membaca "Sebuah Pemikiran" edisi kedua, mungkin anda akan paham. Karena saya kurang suka tindakan bolos, dan pelanggaran, kemudian sering mengadukannya. Maka dari itu saya sempat dirundung, bahkan dihindari satu angkatan. Ditambah lagi, tulisan ini terinspirasi dari berbagai cerita yang pernah saya baca, dan ditulis saat saya masih labil.
HapusSekian,