Sebuah Pemikiran [Special Edition]
Sebuah Pemikiran
Edisi Spesial 2026
Banyak pemikiran lalu-lalang di kepalaku, tapi hari ini, aku ingin membahas satu diantara mereka: keabadian.
Hai, aku kembali. Sudah lama aku tidak menulis di blog ini (tepatnya, menulis sebuah artikel). Aku sibuk dan melewatkan banyak waktu dengan Arch Linux ku tercinta.
Keabadian yang ku maksud adalah siklus "patah tumbuh, hilang berganti." Kamu bisa membunuh seorang anak manusia, tapi di saat yang sama, ada 4 anak manusia baru yang lahir. Kamu bisa meledakkan sebuah kota, tapi nanti akan ada puluhan kota ang lain berdiri. Kamu bisa menghancurkan sebuah peradaban, tapi akan ada peradaban baru yang berdiri.
Inilah siklus patah tumbuh hilang berganti. Dimana hanya tuhan yang bisa mengakhirinya. Tuhan menciptakan makhluknya dengan insting untuk mendirikan dan menjatuhkan. Jadi makhluk bisa membuat dan mengakhiri sesuatu atas izin tuhannya. Tuhan juga berkuasa bila ingin mencabut atau menambah hak makhluknya. Ini adalah hak "ekslusif" tuhan, yang dimana makhluk tak bisa melakukannya.
Bila Tuhan ingin makhluknya sengsara, tuhan tinggal berkata "jadilah," maka jadilah sengsara makhluk itu. Bila Tuhan ingin makhluknya bahagia, tuhan tinggal berkata "jadilah maka jadilah bahagia makhluk itu. Manusia tak kuasa bila ingin melakukan hal semacam itu.
Sekian tulisan saya, ini hanya kegalauan di hati saya. Yang benar dari tuhan dan yang salah dari saya.
Komentar
Posting Komentar